Wisata Anyer

Aktivis Nelayan Banten Kholid Miqdar Raih Penghargaan Jimly Award 2025 Atas Dinilai Perjuangkan Demokrasi Dan Konstitusi

 

JAKARTA – Aktivis Nelayan asal Banten, Kholid Miqdar meraih penghargaan Jimly Award 2025 pada Rabu (15/10/2025).

Penghargaan ini diberikan oleh Jimly School of Law and Government (JSLG) karena Kholid dinilai mampu memperjuangkan demokrasi dan konstitusi.

“Beliau adalah nelayan yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga laut dan memperjuangkan hak-hak masyarakat pesisir,” ujar Pembawa Acara Ajang Jimly Award tersebut.

Pria yang dikenal karena keberaniannya dalam membongkar pelanggaran hukum berupa pagar laut di Tangerang sepanjang 30 Km ini, mendapatkan penghargaan kategori perseorangan bidang perlindungan dan pemenuhan HAM.

Dalam pidatonya, pria kelahiran tahun 1972 ini mengucapkan rasa terima kasih.

Secara khusus, Kholid mengaku mendedikasikan penghargaan ini kepada seluruh rakyat Indonesia yang konsisten melawan ketidakadilan.

“Kepada para pejuang karbohidrat, para pejuang protein, yaitu petani dan nelayan yang sampai detik ini masih konsisten membela ruang hidupnya mempertahankan ketahanan pangannya,” ujarnya lantang.

Di hadapan para hadirin, Kholid memberikan pesan mendalam dan menegaskan akan terus melawan kepada para oligarki yang membuat kaumnya menderita.

“Begitu juga para nelayan yang ruang tangkapnya dipagari, kemudian dibuatlah SHM, SHGB. Kemudian dijual oleh oligarki hitam yang mereka memiliki pemikiran yang rakus, curang tak berdasar, kami akan lawan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Dewan Juri dalam Jimly Award 2025 terdiri dari eks Hakim dan Ketua MK, mantan Ketua Dewan Pers, Akademisi UI dan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berikut sejumlah penerima penghargaan Jimly Award 2025 :

1. Kategori lembaga diraih oleh Perhimpunan Jiwa Sehat, Bidang Pejuang Penegak Konstitusi Bidang Kesejahteraan Sosial).

2. Selanjutnya Lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia, untuk Bidang Pejuang Penegak Konstitusi Bidang Kesejahteraan Sosial.

3. Kholid Miqdar, menerima penghargaan kategori perorangan.

3. Aktivis Bivitri Susanti, yang dinilai sebagai Pejuang Penegak Konstitusi Bidang Pengembangan Demokrasi.

3. Terakhir Pejuang Penegak Konstitusi Bidang Penegakan Hukum, Asfinawati. (*/Ajo)

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien