Bawa Nama Kota Serang, Hafidzoh Asal Ciledug Tangerang Ini Raih Juara 2 MFQ Provinsi Banten

Gerindra Nizar

 

SERANG – Seorang gadis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al-Qur’an Roudlotul Jannah, Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, bernama Reina Pinkan Setiawan (16), berhasil meraih Juara 2 di Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XIX Tingkat Provinsi Banten, tepatnya di Cabang Perlombaan Musabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ) Putri.

Santriwati binaan Ustadz Gamal Abdel Nasier dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Roudlotul Jannah itu berhasil mendapatkan juara tersebut bersama kedua temannya yang lain.

Fraksi serang

Santriwati kelahiran 2006 itu selain menjuarai perlombaan MFQ di MTQ ke-XIX Tingkat Provinsi Banten, juga pernah mendapatkan Juara 2 Tahfidz Golongan 5 Juz.

Reina Pinkan Setiawan, telah mengikuti perlombaan di bidang Fahmil Qur’an sejak tahun 2018, dan saat ini pada tahun 2022 ia mengikuti perlombaan MFQ kembali dan mewakili Kota Serang di Cabang Perlombaan Musabaqoh Fahmil Qur’an Putri.

Dalam wawancaranya bersama wartawan Fakta Banten setelah penutupan MTQ XIX Provinsi Banten pada Kamis (1/12/2022), Reina mengatakan, dirinya bersama kedua temannya yang lain telah melalui banyak sekali ujian dan rintangan untuk mendapatkan Juara kedua itu.

Ia mengaku, pernah dalam belajar atau mendalami materi dirinya merasa pusing dan jenuh, namun hal itu bisa diatasi dengan beberapa hiburan serta refreshing diri.

“Pas lomba MFQ tingkat kabupaten/kota, ketika lagi belajar dan ngerasa udah pusing kita suka selingi sambil bercanda atau denger-denger lagu, agar tidak jenuh,” kata Reina.

Ia juga menceritakan kesan pesan saat melakukan pembinaan untuk persiapan lomba di tingkat Provinsi Banten. Sempat beberapa kali dia dan teman-temannya itu dinasehati karena masih banyak kekurangan dalam diri mereka terkait ilmu pengetahuan yang akan dilombakan di Fahmil Qur’an.

Fraksi

Tapi, Reina dan teman-temannya itu menjadikan nasihat dari pembina atau gurunya sebagai motivasi agar memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik lagi.

“Dan ketika lagi pembinaan terus dinasehatin gara-gara banyak kekurangan, justru dengan adanya nasehat pembina itu yang membuat saya untuk lebih semangat dan memberikan yang terbaik untuk Kafilah Kota Serang,” ucapnya.

Sebelum berkecimpung di dunia Fahmil Qur’an, Reina mengaku tidak mengenal apa itu Fahmil Qur’an dan apa itu perlombaan MTQ.

Namun akhirnya, dirinya dikenalkan kepada dunia MTQ oleh Gamal Abdel Nasier sebagai pembina Reina.

“Pada awalnya saya belum tau perlombaan MTQ, setelah saya mengenal Ustadz Gamal, beliau mengenalkan saya dengan dunia MTQ yang di dalamnya begitu banyak sekali pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya,” jelas Reina.

Reina menceritakan, dirinya menyukai perlombaan MFQ yang dimana Fahmil Qur’an sendiri butuh pemahaman berbagai cabang ilmu Al-Qur’an yang dalam, dan bukan hanya memiliki hafalan atau menghafal saja, namun memahami cabang ilmu lainnya seperti Ulumul Qur’an, Fiqih dan Ushul Fiqih, Qiraat Sab’ah, dan lain sebagainya, namun Reina sangat suka ketika menekan bel saat memasuki babak rebutan soal dan menurutnya itu menegangkan dan mengasikkan karena hasil nilainya bisa dilihat langsung. Tidak seperti cabang perlombaan lain, yang harus menunggu keputusan dewan hakim.

Gadis asal Ciledug, Kota Tangerang itu juga menceritakan kesan pesan ketika melalui proses pembinaan sampai mengikuti perlombaan MFQ itu. Menurut Reina banyak sekali yang dipikirkan olehnya, tentang apa yang nanti akan dihadapinya ketika perlombaan.

“Cabang fahmil quran kan terdiri dari 3 orang, sedangkan kita belum terlalu deket tapi kita harus membangkitkan chemistry. Dan lagi, setiap lagi belajar kita selalu mikir aduhh gimana yah nanti tampilnya? Gimana yah jawab soal-soalnya? bisa gak yah? Dan masih banyak lagi. Tapi semua pertanyaan itu hilang saat Ustadz Gamal berbicara seperti ini, kamu mau pas tampil mukanya diangkat atau nunduk? Kalo kalian santai-santai belajarnya emang mau di bantai?. Nah setelah ikhtiar langit dan bumi kita serahkan hasilnya ke Allah. Intinya jangan pernah menyerah buat meraih apa yang belum berakhir, tetap semangat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam perlombaan Fahmil Qur’an, Reina yang merupakan seorang Hafidzoh itu kebagian untuk memahami dan menghafal ilmu Sejarah Kontemporer dan Sejarah Islam ,Aqidah, Ilmu waris atau mawaris, Ulumul hadis, dan ilmu tajwid. (*/Hery)

Gerindra kuswandi