Wisata Anyer

Dewan Banten Aly Taufiq Dorong Pemprov Gratiskan Madrasah Aliyah

PT PCM Sumpah Pemuda

SERANG – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Dr. Moch Aly Taufiq, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar memperluas program pendidikan gratis hingga mencakup Madrasah Aliyah (MA).

Menurutnya, madrasah merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah.

Aly Taufiq mengapresiasi program sekolah gratis untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Banten yang mendapat respons positif dari masyarakat.

Namun, ia menilai kebijakan tersebut perlu diperluas agar siswa madrasah juga memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

“Saat ini program SMA dan SMK gratis se-Banten sudah berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat. Saya berharap Madrasah Aliyah juga bisa digratiskan karena MA merupakan bagian penting dari pendidikan. Kita harus adil dan bijak,” ujar Aly Taufiq.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Workshop Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Aspirasi mengenai pendidikan gratis bagi madrasah tersebut, kata Aly, juga datang dari para kepala madrasah dan yayasan pengelola lembaga pendidikan di Tangerang Selatan.

Ia menegaskan, perluasan akses pendidikan tidak seharusnya hanya berfokus pada sekolah umum.

Madrasah Aliyah juga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sehingga perlu menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama DPRD dan Kementerian Agama untuk membangun kebijakan pendidikan yang lebih inklusif, proporsional, dan berkeadilan, termasuk membuka ruang dukungan bagi madrasah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kita tidak sedang meminta perlakuan istimewa bagi madrasah. Kita sedang memperjuangkan keadilan pendidikan. Negara harus hadir bagi seluruh anak bangsa, tanpa membedakan apakah mereka belajar di sekolah umum atau madrasah,” tegasnya.

Selain mendorong pemerataan akses pendidikan, Aly Taufiq juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu lembaga pendidikan.

Menurutnya, lembaga pendidikan perlu mengubah orientasi dari sekadar memenuhi standar administratif menjadi upaya membangun budaya mutu, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan meningkatkan kualitas lulusan.

Ia berharap kolaborasi antara PCNU Tangerang Selatan, UIN Jakarta, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), LP Ma’arif NU, serta para pemangku kepentingan pendidikan dapat terus diperkuat untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Pendidikan bermutu tidak boleh menjadi kemewahan bagi sebagian orang. Pendidikan bermutu harus menjadi kesempatan bagi seluruh anak bangsa,” ungkapnya.

Aly Taufiq menambahkan, transformasi pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab besar Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan generasi masa depan.

Karena itu, peningkatan mutu harus diwujudkan melalui kolaborasi dan program nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kita ingin bergerak dari sekadar mengelola lembaga menuju membangun keunggulan, dari kompetisi menuju kolaborasi, dan dari kegiatan seremonial menuju perubahan nyata. Sebab membangun mutu pendidikan berarti membangun masa depan manusia dan peradaban,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien