Bertahan di Tengah Keterbatasan, Puluhan Siswa PAUD Izzaturrahman Gunungkencana Masih Belajar di Gedung Rusak
LEBAK – Semangat belajar puluhan anak usia dini di PAUD Izzaturrahman, Kampung Babakan Karamat, Desa Sukanegara, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, tetap menyala meski harus menempuh proses belajar mengajar di bangunan yang kondisinya mengalami kerusakan cukup berat.
Selama bertahun-tahun, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di ruang kelas yang dinilai sudah tidak layak. Kerusakan terlihat di berbagai bagian bangunan, mulai dari plafon yang ambrol, atap yang bocor saat hujan turun, hingga genteng yang rusak.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan guru dan peserta didik.
Meski fasilitas yang tersedia sangat terbatas, para siswa tetap datang ke sekolah setiap hari untuk mengikuti pembelajaran. Semangat mereka menjadi potret bahwa keterbatasan sarana belum memadamkan keinginan anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
Kepala PAUD Izzaturrahman, Halimah, mengatakan kondisi bangunan sekolah yang digunakan saat ini sudah lama mengalami kerusakan. Berbagai upaya perbaikan telah dilakukan secara swadaya, namun hanya mampu menjadi solusi sementara karena konstruksi bangunan sudah banyak mengalami penurunan kualitas.
“Sudah bertahun-tahun kegiatan pembelajaran berlangsung di gedung yang rusak. Genteng dan plafonnya ambrol. Kami sudah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya, tetapi karena kondisi bangunannya sudah rapuh, hasilnya tidak maksimal,” ujar Halimah kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Halimah mengungkapkan, beberapa waktu lalu Polsek Gunungkencana menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan memberikan bantuan berupa 10 lembar plafon untuk membantu memperbaiki sebagian ruang belajar.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dan telah sedikit meringankan kebutuhan sekolah. Namun, mengingat tingkat kerusakan bangunan yang cukup luas, perbaikan masih jauh dari kata selesai.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Polsek Gunungkencana. Bantuan itu sangat membantu, tetapi baru mampu memperbaiki sebagian kecil kerusakan. Masih banyak bagian bangunan yang membutuhkan penanganan, terutama atap yang bocor dan beberapa bagian gedung yang kondisinya sudah memprihatinkan,” katanya.
Selain kondisi bangunan yang rusak, Halimah menjelaskan fasilitas pendidikan di PAUD Izzaturrahman juga masih sangat terbatas. Saat ini sekolah hanya memiliki empat ruang kelas, sementara belum tersedia kamar mandi maupun ruang kantor khusus bagi guru untuk menunjang kegiatan administrasi dan pelayanan pendidikan.
Keterbatasan tersebut, kata dia, menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini. Meski demikian, para guru tetap berupaya menjalankan proses pembelajaran sebaik mungkin agar anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap kondisi tersebut. Menurut Halimah, rehabilitasi bangunan dan penambahan fasilitas dasar sangat dibutuhkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian sehingga anak-anak dan para guru bisa belajar serta mengajar dengan fasilitas yang lebih baik. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting, sehingga sudah seharusnya didukung dengan sarana yang memadai,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi yang membidangi pendidikan mengenai rencana rehabilitasi PAUD Izzaturrahman. (*/sahrul)

