Dihiasi Galian Tanah dan Puluhan Lubang Jalan, Tokoh Pemuda Curugbitung Soroti Kerusakan Jalan Sekarwangi-Curugbitung

LEBAK– Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Sekarwangi hingga Desa Curugbitung, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian sejumlah warga.
Selain persoalan lingkungan akibat aktivitas galian tanah, kondisi badan jalan di sejumlah titik juga dinilai perlu mendapat perhatian karena terdapat lubang, bebatuan, serta permukaan jalan yang tidak rata.
Tokoh pemuda Curugbitung, Gugun, mengaku prihatin melihat kondisi jalur tersebut.
Menurutnya, persoalan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan pengguna kendaraan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan itu.
“Yang menjadi keprihatinan bukan hanya soal kondisi alam, tetapi juga jalan yang di beberapa titik sudah berlubang dan banyak batu. Pengendara harus lebih berhati-hati, terutama ketika melintas di tanjakan dan turunan,” ujar Gugun.
Ia menuturkan, kondisi tersebut semakin membutuhkan perhatian ketika malam hari.
Minimnya penerangan di sejumlah bagian jalan membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas, terlebih pada titik jalan yang rusak atau memiliki kontur menanjak dan menurun.
Gugun menyebut ruas Sekarwangi-Curugbitung memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena menjadi salah satu akses yang menghubungkan kawasan tersebut dengan wilayah lainnya, termasuk arah Bogor, pusat kota, hingga Maja dan Tangerang.
Bahkan, tepat saat melintas jalan tersebut ada kawasan militer.
Karena itu, ia berharap kondisi jalan tidak hanya dilihat sebagai persoalan infrastruktur semata.

Menurutnya, pemeliharaan badan jalan, penanganan titik rawan, serta penerangan perlu menjadi perhatian agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman.
Gugun mengungkapkan, sebelumnya pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan seorang santri di salah satu titik jalan yang berada di sekitar sekolah dasar.
Peristiwa itu disebut terjadi ketika korban melintasi tanjakan dan turunan dengan kondisi permukaan jalan yang rusak serta terdapat bebatuan.
Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa kondisi jalan yang rusak perlu mendapat perhatian, terutama pada lokasi yang setiap hari dilalui pelajar, santri, warga, maupun pengendara lainnya.
Gugun berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian bersama.
Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara pada malam hari dan ketika melewati bagian jalan yang rusak.
“Harapannya tentu ada perhatian dan perbaikan. Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari, sehingga keselamatan pengguna harus menjadi pertimbangan utama,” katanya.
Di sisi lain, Gugun menilai masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan sekitar jalan.
Menurutnya, pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap penting, tetapi perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kondisi lingkungan serta keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini ditulis, kondisi di sejumlah titik ruas jalan tersebut masih menjadi perhatian warga.
Pemeriksaan dan penanganan dari pihak terkait diharapkan dapat dilakukan agar akses masyarakat tetap aman dan nyaman digunakan. ***


