Bocah 5 Tahun Diduga Terseret Sungai Cisimeut di Lebak, Pencarian Hari Ketiga Masih Nihil
LEBAK- Upaya pencarian terhadap Muhammad Akhmal (5), bocah asal Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, masih terus dilakukan tim SAR gabungan hingga Minggu (10/5/2026).
Korban diduga terseret arus Sungai Cisimeut dan hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa itu pertama kali diketahui pada Jumat sore (8/5/2026), saat keluarga menyadari korban tidak berada di rumah. Warga bersama keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar permukiman dan area sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan dugaan korban terbawa arus semakin kuat setelah ditemukan sandal milik anak tersebut di tepi Sungai Cisimeut.
“Korban sebelumnya diketahui berada di sekitar lingkungan rumah. Saat dilakukan pencarian, warga menemukan sandal di pinggir sungai,” ujar Al Amrad, Minggu (10/5/2026).
Menerima laporan tersebut, Basarnas Banten langsung mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Lebak ke lokasi kejadian pada malam hari untuk membantu pencarian bersama unsur gabungan.
Sebanyak lima personel diterjunkan dengan membawa perlengkapan pencarian air, termasuk perahu karet, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta peralatan evakuasi.
Memasuki hari ketiga pencarian, operasi SAR diperluas dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
Tim pertama menyisir aliran Sungai Cisimeut menggunakan perahu karet sejauh sekitar 10 kilometer, sementara tim kedua melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai sejauh lima kilometer.
Pencarian sempat dihentikan sementara pada siang hari karena faktor cuaca dan kondisi lapangan, sebelum kembali dilanjutkan hingga sore. Namun sampai operasi ditutup pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
“Kami akan melanjutkan pencarian kembali Senin pagi dengan memperluas area penyisiran,” kata Al Amrad.
Sementara itu, Kepala BPBD Lebak, H. Sukanta, memperkirakan korban kemungkinan terbawa arus cukup jauh dari titik awal hilang, mengingat debit air sungai yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Perkiraan sementara korban bisa terbawa arus antara tiga hingga sembilan kilometer dari lokasi awal,” ujarnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, aparat kepolisian, relawan, serta warga setempat masih terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah titik rawan sepanjang aliran sungai.
Pihak keluarga berharap korban segera ditemukan. Di sisi lain, petugas juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi arus sungai deras akibat cuaca yang tidak menentu. (*/Sahrul).

