Bupati Lebak Ikuti Program Kepemimpinan Lemhannas, Lanjut Belajar Tata Kelola Pemerintahan di Singapura
LEBAK – Bupati Lebak tercatat sebagai salah satu dari 25 kepala daerah di Indonesia yang mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Informasi tersebut diketahui dari unggahan akun Instagram @totalpolitikcom bersumber dari
Kompas.com, dan ANTARA yang menampilkan daftar peserta program peningkatan kapasitas kepala daerah tersebut.
Dalam unggahan itu dijelaskan, KPPD diikuti oleh 23 bupati dan dua wali kota dari berbagai provinsi di Indonesia. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan kebangsaan, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan strategis, wawasan kebangsaan, serta pendidikan antikorupsi yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tidak hanya mengikuti pelatihan di dalam negeri, para kepala daerah juga dijadwalkan menjalani studi pembelajaran di Singapura.
Salah satu agenda utama adalah mengikuti program di Lee Kuan Yew School of Public Policy, sebuah institusi pendidikan yang dikenal memiliki fokus pada pengembangan kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.
Selain mengikuti kegiatan akademik, peserta juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah institusi pemerintah di Singapura untuk mempelajari berbagai praktik pelayanan publik, mulai dari pengelolaan pendidikan, layanan kesehatan, hingga sistem pengelolaan sampah yang dinilai berhasil diterapkan di negara tersebut.
Keikutsertaan Bupati Lebak dalam program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Lebak.
Berdasarkan daftar yang dipublikasikan, peserta KPPD Angkatan III Tahun 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Sinjai, Banjarnegara, Kotawaringin Barat, Biak Numfor, Manokwari, Intan Jaya, Mimika, Maluku Tengah.
Kemudian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Halmahera Tengah, Pulau Morotai, Lembata, Flores Timur, Sumbawa Barat, Hulu Sungai Tengah, Sukamara, Aceh Besar, Seluma, Polewali Mandar, Muaro Jambi, Kerinci, Lebak, Tulang Bawang Barat, serta Kota Lhokseumawe dan Pangkalpinang.
Hingga berita ini ditulis Fakta Banten masih berusaha untuk mengkonfirmasi atas berita tersebut kepada Sekda Lebak. (*/Sahrul).


