FKUB Ajak Seluruh Warga Lintas Agama Doakan Korban Tsunami

PANDEGLANG – Peduli korban tsunami selat sunda, Forum Kumpulan Umat Beragama mengirimkan doa serta bantuan melalui pemerintah Kabupaten Pandeglang. Kegiatan yang digagas oleh Musyawarah Pimpinan Gereja-gereja (Muspija) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten ini menggelar kegiatan doa bersama untuk para korban bencana tsunami selat Sunda di pendopo Kabupaten Pandeglang, Selasa (29/1/2018).

“Kami sangat prihatin atas terjadinya tsunami selat sunda, kami terus menerus mengirim doa untuk para korban dan para petugas yang membantu evakuasi korban tsunami,” kata Ketua (Muspija) Propinsi Banten, Pdt. Pieter Faraknimella.

“Inilah Indonesia, semoga ini dapat membawa berkah bagi kita semua. Posisi Banten ini sangat penting karena kita ini ikut menjaga ibu kota Jakarta pusat pemerintahan Indonesia, jadi kalau banten kondusif maka dampaknya akan dirasakan oleh ibu kota kita,” imbuhnya.

Selain Pdt. Pieter Faraknimella, Ketua My home Daniel Pandji juga mengungkapkan, Banten harus dijadikan rumah bersama karena itu harus terlihat bersih, toleran dan harmoni. Menurutnya Banten dapat menjadi pionir dan inspirasi bagi daerah-daerah lain.

“Bencana bisa dimana-mana, tetapi kalo bencana itu lebih besar diantara kita itu tidak akan ada harmoni, jadi kita harus harmoni living God, dengan tuhan, dengan sesama dan juga dengan alam,” ujarnya.

Ketua MUI A.M Romili mengatakan sebagai umat yang beragama dan beragam agama, semua orang harus saling memberikan cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia.

“Ikut memberikan penghiburan untuk sodara-sodara kita yang terkena musibah tsunami selat Sunda, kita ini semua makhluk tuhan maka marilah kita berjalan di dalam koridor yang diridhoi oleh tuhan, pengembangan cinta kasih kita kepada sesama,” ucap ketua MUI yang juga menjabat sebagai ketua Forum Kumpulan Umat Beragama Provinsi Banten.

Ks nu

Ia berharap, acara tersebut memberikan barokah bagi umat manusia serta dapat lebih menumbuhkan semangat sebagai bangsa Indonesia.

“Kita tidak boleh menghina cara sesembahan orang lain, yang terpenting bagi kita adalah semua agama ingin bahagia,” jelasnya.

Sementara itu, Abuya Muhtadi mengajak seluruh umat beragama agar tetap rukun berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara republik Indonesia.

“Awas jangan cekcok jangan ribut karena kita harus menghargai semua umat beragama berdasarkan Pancasila,” cetusnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita Bersyukur bahwa dengan adanya kegiatan doa bersama ini bisa dapat berkumpul sekaligus untuk menjaga persatuan antar umat beragama.

“Introspeksi diri kita setelah apa yang kita lakukan, harus terus kita rawat, semoga Allah menjadikan matinya para korban bencana tsunami sebagai mati syahid,” tandasnya.

Di akhir acara perwakilan dari agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan budha berdiri di depan dan diberikan kesempatan untuk memimpin doa secara bergantian menurut kepercayaannya masing-masing.

Diketahui, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memberikan bantuan beras, alat mandi serta logistik untuk para korban bencana tsunami selat Sunda di wilayah Serang dan Pandeglang. (*/Dave)

Cibeber nu