Jelang Musim Penghujan, Astra Tol Tamer Perkuat Mitigasi Genangan di Sejumlah Titik
SERANG — Memasuki musim penghujan, PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol Tamer) selaku pengelola Jalan Tol Tangerang–Merak terus meningkatkan upaya mitigasi genangan dan banjir.
Langkah ini dilakukan melalui kajian teknis, peningkatan infrastruktur drainase, serta koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen ASTRA Tol Tamer sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability).
Upaya ini mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus mengantisipasi dampak perubahan lingkungan, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar tol.
Perubahan iklim yang memengaruhi pola serta intensitas curah hujan, ditambah alih fungsi lahan di sekitar kawasan jalan tol, dinilai memicu peningkatan limpasan air dari wilayah hulu.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama ASTRA Tol Tamer dalam melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan yang presisi sesuai karakteristik tiap lokasi.
Penanganan di 4 Zona Prioritas
Berdasarkan hasil kajian teknis, ASTRA Tol Tamer merencanakan penanganan banjir dan genangan yang terbagi dalam 4 (empat) zona prioritas:
Zona 1: Link Cilampang (KM 74+400) dan Link Perumahan Bumi Agung (KM 74+700)
Zona 2: Link Pabuaran Unyur (KM 75+600)
Zona 3: KM 90+850
Zona 4: Akses Tol Serang Timur (Patung Debus)
Pekerjaan pada zona-zona tersebut mencakup penyesuaian dan peningkatan kapasitas infrastruktur saluran air, antara lain melalui pembangunan open cut box culvert serta pemasangan pipa jacking Reinforced Concrete Pipe (RCP) untuk mengoptimalkan pengaliran air.
Sinergi Lintas Instansi dan Persiapan Konstruksi
Untuk memastikan penanganan terintegrasi hingga ke luar area tol, ASTRA Tol Tamer berkoordinasi secara aktif dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Pemkot Cilegon.
Selain itu, tahap persiapan mobilisasi peralatan dan perambu-rambu di titik prioritas penanganan drainase telah mulai berjalan.
Construction & Maintenance Management Department Head ASTRA Tol Tamer, Slamet Adriadi, menjelaskan bahwa dinamika tata guna lahan menjadi aspek krusial dalam perencanaan mitigasi ini.
“Perubahan kondisi lingkungan dan tata guna lahan menjadi salah satu aspek utama yang kami perhatikan dalam mengantisipasi potensi genangan. Kami melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai di setiap lokasi, sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian PU, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Kami menargetkan pekerjaan ini dapat mendukung kesiapan operasional Jalan Tol Tangerang–Merak selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027,” ujar Slamet.
Melalui koordinasi lintas instansi dan eksekusi terencana, ASTRA Tol Tamer berharap potensi luapan air dan genangan dapat diminimalkan.
“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk mematuhi petunjuk keselamatan serta manajemen lalu lintas, dan kami memohon dukungan serta kerja sama masyarakat selama proses konstruksi penanganan genangan ini berlangsung,” tutupnya.***

