Walikota Serang Budi Rustandi Salurkan Bantuan untuk Ponpes An-Nabawiyah yang Terdampak Kebakaran
SERANG – Pasca musibah kebakaran yang melanda Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nabawiyah, Walikota Serang Budi Rustandi turun langsung menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri dan pengelola pondok.
Bantuan berupa 40 Al-Qur’an dan uang tunai sebesar Rp10 juta diberikan untuk membantu proses pemulihan serta memastikan kegiatan belajar mengajar di pesantren tetap berjalan.
Diketahui, bantuan tersebut berasal dari kolaborasi antara Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Sebanyak 40 Al-Qur’an disalurkan oleh BWA, sementara bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kota Serang.
Budi Rustandi mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan pondok pesantren yang terdampak kebakaran.
“Kita bisa memberikan bantuan langsung berupa Al-Qur’an dari Badan Wakaf Al-Qur’an yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Serang,” ujarnya.
“Dan uang tunai 10 juta dari UPZ Kota Serang. Dan alhamdulillah bisa langsung terealisasi dan semoga bantuan diberikan bisa mengurangi beban dari masyarakat yang terkena musibah,” sambung Budi.
Ia menjelaskan, bantuan Al-Qur’an yang disalurkan berjumlah sekitar 40 eksemplar atau dua dus.
“Dua dus itu sekitar satu dusnya ada 20 berarti sekitar 40,” katanya.
Selain menyerahkan bantuan, Budi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.
“Agar tidak terulang kembali semoga bisa hati-hati. Berhati-hati untuk tidak sembarangan membakar atau bermain api dan lain-lain, termasuk obat nyamuk yang melingkar itu ya,” katanya.
“Terutama pas tidur biasanya suka lengah tiba-tiba kemana-mana bisa menjadi terbakar ya,” tambahnya.
Menurut Budi, bantuan uang tunai yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membangun kembali fasilitas pondok pesantren yang rusak akibat kebakaran sehingga aktivitas pendidikan dan pembelajaran para santri dapat segera pulih.
“Ya harapan saya untuk bisa membangun kembali pondoknya dan bisa mengurangi beban daripada yayasan tersebut. Dan bisa tetap mengajarkan ilmu-ilmu dari Nabi kita untuk menuju jalan kebenaran,” pungkasnya.***

