Mengenang Pertempuran Lengkong di Tangerang, 2 Pahlawan Gugur dari Keluarga Menhan Prabowo

 

TANGERANG – Yayasan 25 Januari 1946 menggelar Ziarah Peringatan ke-77 Peristiwa Lengkong yang dihadiri tokoh nasional dan keluarga keturunan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran dahsyat melawan kolonialisme Jepang.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo diwakili Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan RI, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha memimpin langsung upacara militer dan ziarah yang dihadiri ratusan tamu undangan dari TNI/ Polri, masyarakat sipil serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Selain jajaran TNI/ Polri, turut hadir Walikota Tangerang Arief Wismansyah, juga tampak Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Maryani Ekowati dan Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan keluarga kandung Menhan Prabowo, yang juga keponakan kandung dari 2 pahlawan nasional yang berbarengan gugur di Pertempuran Lengkong, Lettu Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo.

Hadir juga John Ferry Mogot, mewakili keluarga Mayor (Anumerta) Daan Mogot; Agustanzil Sjahroezah cucu dari Haji Agus Salim, sesepuh pejuang Ketua Dewan Pertimbangan Harian Nasional 45; Sumartini Tjokrodimuljo yang telah berusia 95 tahun, Tinton Soeprapto dari Yapeta (Yayasan Pembela Tanah Air) serta keluarga para pahlawan nasional lainnya.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dari TMP Taruna Tangerang, kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga dan silaturahmi sahabat sejarah di Monumen Daan Mogot, Jalan Subianto Djojohadikusumo, BSD City, Tangerang Selatan.

“Kehadiran bapak dan ibu adalah kehormatan bagi kami, karena merupakan wujud penghargaan dan ungkapan simpati yang tulus untuk mengenang jasa dan mendoakan para perwira dan taruna MA Tangerang yang gugur dalam menjaga kedaulatan NKRI,” ucap Ketua Yayasan 25 Januari 1946, Rani D. Sutrisno, dalam keterangannya.

Ks nu

Rani menghaturkan terimakasih atas kehadiran para tokoh nasional dan undangan lainnya. Serta berharap menjadi pengingat bagi generasi muda akan sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia.

Untuk diketahui, Pertempuran Lengkong adalah pertempuran Tentara Keamanan Rakyat melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan, yang terjadi pada tanggal 25 Januari 1946.

Bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, yang mengelola Akademi Militer Tangerang, dengan dipimpin Mayor Daan Mogot, puluhan taruna akademi mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan jepang.

Saat itu, Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.

Dalam proses perlucutan senjata yang awalnya berlangsung lancar, kemudian terjadi insiden letusan senjata dan mitraliur dari arah tersembunyi. Kemudian terjadi pertempuran yang tak seimbang, dengan banyak korban berjatuhan di pihak Indonesia, di mana 33 taruna dan 3 perwira gugur, serta 1 taruna lainnya wafat setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Peristiwa berdarah kini dikenal sebagai Peristiwa Pertempuran Lengkong.

Pada tanggal tersebut, kemudian berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005, ditetapkan sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer. (*/Red)

Cibeber nu