Proyek Pembangunan Pengamanan Pantai di Pandeglang Perlu Diawasi Oleh Semua Kalangan

PANDEGLANG – Proyek pembangunan pengamanan pantai, di Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BWSC3) Banten, dengan anggaran sebesar Rp 81 166 943 000 miliar, yang dilaksanakan oleh PT Nusa Kontruksi Enjinering perlu diawasi oleh semua kalangan. Soalnya dihawatirkan, ada ketidak sesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Karsidi Alfaruq mengatakan, proses pengerjaan proyek pembangunan pengaman pantai atau abrasi di wilayahnya tengah berjalan. Ia juga berharap, kepada semua kalangan atau pihak terkait lainnya, untuk selalu intens melakukan pengawasan pembangunan tersebut.

“Kami selaku warga, sangat mengaharpkan pembangunan itu dilakukan semaksimal mungkin oleh pelaksana. Supaya bisa menghasilkan kualitas bangunan yang bagus, maka dari itu perlu diawasi secara maksimal. Karena dihawatirkan ada ketidak sesuaian dalam pengerjaan proyek itu,” ungkapnya, Rabu (10/1/18)

Kata dia, masyarakat sangat membutuhkan pembangunan tersebut. Karena para peduduk di wilayahnya, kerap terkena gelombang laut. Oleh sebab itu, proyek pengamanan abrasi yang saat ini tengah dijalankan, diharapkan bisa sesuai dengan aturan yang ada dan ia juga meminta kepada pihak kontraktor, agar mengedepankan kualitas bangunan.

“Intinya yang sangat kami harapkan, pekerjaan ini dilakukan sesuai aturan supaya hasilnya maksimal,” katanya

Terpisah, Kepala Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Enjat Sujatna mengatakan, proses pengerjaan pembangunan sudah berjalan satu bulan lebih. Adapun panjang bangunan diperkirakan 2 kilo meter lebih, mulai dari pesisir pantai Kampung Jongor, Desa Sidamukti sampai pantai Cibungur.

“Pekerjaanya diperkirakan sudah berjalan satu bulan lebih,” imbuhnya. (*/Achuy)