Walikota Cilegon Didesak Rombak Birokrasi dan Beri Jabatan Strategis ke Putera Daerah

CILEGON – Pasca pemberhentian Walikota Cilegon Non Aktif Tb Iman Ariyadi dan dilantiknya Edi Ariadi dari sebelumnya menjabat Wakil Walikota menjadi Walikota Definitif, pada hari Rabu (20/2/2019) ini, sejumlah PR kebijakan telah menanti untuk segera dikerjakan.

Seperti yang diungkapkan oleh sejumlah elemen pemuda di Kota Cilegon, yang mendorong Edi Ariadi untuk segera melakukan perombakan birokrasi agar kinerja pemerintahan kedepan lebih sehat.

“Sebelumnya, kami ucapkan selamat buat Pak Edi. Semoga dengan kewenangan yang lebih besar setelah menjabat walikota definitif, bisa segera melakukan rotasi pejabat di tubuh Pemkot Cilegon. Setahu saya, ini sudah setahun lebih tidak dilaksanakan, sehingga banyak jabatan penting di dinas-dinas yang status pejabatnya Plt, dan banyak pejabat teras yang akan pensiun,” ujar Ketua DPD Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Kota Cilegon, Ismatullah, kepada wartawan Fakta Banten, Rabu (20/2/2019).

Ismat juga berharap agar kebijakan Walikota Cilegon yang baru ini bisa meningkatkan kesejahteraan pegawai, terutama pegawai honorer di Kota Cilegon.

“Dan kebetulan saya Ketua FKGTH (Forum Komunikasi Guru Dan Tenaga Administrasi Honorer) Kecamatan Cilegon, Pak Edi, tolong tingkatkan kesejahtraan Guru Honorer,” tambah pria yang akrab disapa Kang Ismat ini.

Ketua DPD Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Kota Cilegon, Ismatullah / Dok
Sankyu ks

Selain itu, Kang Ismat juga menyoroti adanya pembentukan ‘Forum Silaturahmi Eselon II’ yang diketuai oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Aziz Setia Ade Putra, yang diduga sebagai upaya politik dari kalangan pejabat tertentu di Pemkot Cilegon untuk bisa menempati jabatan strategis yang diinginkan.

“Indikasinya Paguyuban Eselon II ini terbentuk tidak lama sebelum Pak Edi dilantik definitif. Buat apa bikin organisasi lagi, kan ada Korpri? Kami menduga organisasi kalangan pejabat elite itu dibentuk untuk mengatur dan menempati jabatan-jabatan seksi dan basah di dalam Pemkot Cilegon,” ungkapnya.

Masyarakat berharap Walikota Cilegon yang baru bisa bersikap objektif dan pro kepada masyarakat, serta tidak mudah diintervensi oleh kepentingan-kepentingan dari pihak yang selama ini telah menguasai sistem Pemkot Cilegon.

“Kami juga mendapat sinyal wangsit, tidak lama pasca pelantikan Pak Edi, ada program salah satu OPD yang rencananya digelar di Jogja. Konon katanya, disana akan dihadiri oleh Pak Edi dan didatangi pejabat-pejabat yang tergabung dalam Paguyuban Eselon II ini, entah untuk apa? Dan kalau itu benar, kami minta Pak Edi tidak ikut dan terpengaruh,” tegasnya.

Kang Ismat berharap, dengan amanah baru yang diemban ini, sosok Edi Ariadi juga bisa lebih bijaksana khususnya dalam kearifan lokal yang ada di Kota Cilegon.

“Dorongan rotasi jabatan kami ini murni agar ada penyegaran di dalam birokrasi, jadi jangan sampai ada langkah-langkah yang tidak jujur. Kami harap Pak Edi bisa bijaksana dalam kearifan lokal, banyak kok putera daerah yang kapable dan memiliki integritas untuk mengisi jabatan teras d Pemkot, apalagi putra daerah secara psikologis lebih memiliki jiwa cinta akan daerahnya,” pungkasnya. (*/Ilung)

[socialpoll id=”2521136″]