Pererat Persatuan Pasca Pemilu, IPNU Lebak Gelar Bukber dan Diskusi Publik

LEBAK – Guna perkokoh persatuan pasca Pemilu sekaligus mempererat tali silaturahmi antar kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Lebak pada bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 M, menggelar acara buka puasa bersama yang bertempatkan di Aula Musium Multatuli Jl.Alun-Alun Timur No.8, Rangkasbitung Barat, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Turut hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, Akbarudin selaku wakil Ketua Umum PP IPNU, dan 120 kader pelajar dari tingkat cabang se-Provinsi Banten.

Ketua IPNU PC Lebak Ilham Salam mengatakan, pelajar harus lebih aktif serta peduli terhadap informasi yang diterima yang valid dan dapat dipercaya akan kebenarannya.

“Dalam kegiatan kali ini kami berharap seluruh pelajar mampu cerdas dalam menangkap segala informasi yang didapat agar tidak semata mencerna informasi tanpa kejelasan sumber pemberitaannya, terlebih pasca Pemilu yang baru saja kita lalui bersama karena kita juga masih dalam berada dalam bulan yang suci yakni ramadhan maka sangat utama bagi kita semua untuk dapat menjaga kesatuan jangan sampai ada perpecahan diantara kita,” ucapnya.

Ks nu

Dalam kegiatan ini, Ilham Salam juga melakukan himbauan kepada hadirin untuk sabar menanti hasil apapun yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi nanti, karena saat ini proses gugatan sengketa pasca Pemilu masih terus berjalan di tingkat Mahkamah Konstitusi dan diputuskan oleh MK sekitar tanggal 28 Juni 2019.

“Semua pihak dapat bersabar menanti hasil akhir putusan MK dengan menambah amal kebaikan karena kebetulan kita sedang berada didalam bulan yang penuh kebarokahan, bulan yang suci yakni Ramahan. Dan kita juga harus menerima apapun hasil akhirnya karena ini hanyalah sebatas permainan ada yang kalah dan ada yang menang, lebih penting adalah menjaga persatuan dan kerukunan diantara kita agar tidak adanya perpecahan karena satu hal seperti berbeda dalam pilihan itu biasa,” katanya.

Wakil ketua PP IPNU Akbarudin menambahkan, untuk para pelajar agar dapat mampu menyaring segala informasi yang diterima terlebih sifatnya provokasi.

“Kita harus lebih berhati-hati dalam menerima segala bentuk informasi jangan sampai termakan oleh isu-isu yang tidak jelas akan sumber kebenarannya apalagi pelajar sampai terprovokasi oleh kepentingan politik para pejabat elit hari ini,” tegasnya. (*/Eza Y,F).

Cibeber nu