Wisata Anyer

Jemaah Haji Ini Bikin Inisiatif Program untuk Bantu Lansia dengan Wakafkan Kursi Roda

MADINAH – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Gunungkidul, Yogyakarta, menghadirkan inovasi layanan bagi jemaah lanjut usia melalui program bertajuk PASKUDA atau Pasukan Kursi Roda yang dilakukan selama musim haji 2026.

Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan jemaah lansia dan berisiko tinggi selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

PASKUDA dibentuk untuk memastikan para jemaah yang memiliki keterbatasan fisik tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.

Melalui program ini, sejumlah kursi roda disediakan secara mandiri oleh KBIHU Aisyiyah Gunungkidul untuk mendukung mobilitas jemaah selama berada di Tanah Suci.

Keberadaan program tersebut lahir sebagai respons atas meningkatnya jumlah jemaah lanjut usia dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.

Selain membantu aktivitas ibadah, kursi roda yang disediakan juga menjadi sarana pendukung bagi para pendamping dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah.

Menariknya, seluruh kursi roda yang digunakan dalam program PASKUDA tidak dibawa kembali ke Indonesia setelah musim haji berakhir.

Kursi-kursi roda tersebut diwakafkan dan ditinggalkan di Arab Saudi agar dapat dimanfaatkan oleh jemaah haji maupun umrah pada musim berikutnya.

Program ini tidak hanya menghadirkan manfaat praktis, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama jemaah.

Para peserta yang tergabung dalam PASKUDA secara sukarela membantu mendorong kursi roda bagi jemaah lansia selama menjalankan ibadah.

Salah satu relawan yang terlibat adalah Zamroni, jemaah asal Gunungkidul yang tergabung dalam Kloter YIA 10.

Ia menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan kepada sesama dapat menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual di Tanah Suci.

Di tengah kesibukan menjalankan ibadah, Zamroni dengan penuh ketulusan mendampingi seorang jemaah lanjut usia menggunakan kursi roda.

Sosok yang didampinginya ternyata bukan anggota keluarga, melainkan guru semasa ia menempuh pendidikan di tingkat SMP.

“Mungkin inilah cara Allah mempertemukan saya dengan guru saya ini, di Tanah Suci,” ujar Zamroni yang mengaku sudah puluhan tahun tidak bertemu dengan gurunya itu.

Setiap hari, Zamroni mendorong kursi roda gurunya dari hotel menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan salat berjamaah.

Jarak yang ditempuh tidaklah dekat, mencapai sekitar 3.000 langkah perjalanan pulang-pergi.

Meski harus mengerahkan tenaga ekstra, Zamroni menjalaninya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Wajahnya selalu terlihat tenang saat mendampingi sang guru menuju tempat ibadah.

“Beliau ini guru SMP saya,” ujarnya, lirih.

Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana program PASKUDA tidak hanya membantu mobilitas jemaah lansia, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai penghormatan kepada orang yang berjasa dalam kehidupan.

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kwarasan Nglipar Gunung Kidul Yogyakarta, rela mendorong kursi roda guru SMP-nya itu bolak-balik dari hotel menunaikan sholat lima waktu di Masjid Nabawi.

Bagi Zamroni, ibadah haji bukan sekadar menunaikan rukun Islam kelima.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, ia telah mempersiapkan kondisi fisik agar dapat memaksimalkan setiap kesempatan beribadah dan berbuat kebaikan selama menjalankan haji.

Menurut Zamroni, kesempatan mendampingi dan membantu gurunya selama di Tanah Suci merupakan karunia yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari upayanya mengejar kemabruran haji.

Yang dikejar Zamroni di Tanah Suci itu adalah, pahala haji mabrur yang tiada imbalan setimpal untuknya kecuali surga. Janji ini sudah disampaikan Rasulullah dulu yang hadisnya diriwayatkan Bukhari.

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga,”jelasnya.

Tidak hanya selama berada di Madinah, Zamroni juga terus mendampingi gurunya ketika menjalani berbagai tahapan ibadah haji lainnya.

Ia membantu sejak pelaksanaan miqat di Masjid Bir Ali hingga keberangkatan menuju Makkah.

Pendampingan itu bahkan berlanjut saat menjalani seluruh rangkaian puncak ibadah haji, mulai dari tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina.

Kisah Zamroni menjadi salah satu potret nyata semangat pelayanan yang tumbuh melalui program PASKUDA, sebuah inisiatif sederhana yang tidak hanya membantu jemaah lansia, tetapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang melalui wakaf kursi roda bagi para tamu Allah di masa mendatang.(*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien