Ikut Karnaval HUT RI, Al-Khairiyah Ingin Ingatkan Bahwa Cilegon Sebagai Kota Santri

CILEGON – Dominasi bendera warna hijau dari ratusan kontingen santri Al-Khairiyah (Kecamatan Citangkil) pada perhelatan Karnaval HUT Kemerdekaan (17/8/2017) lalu, merupakan bentuk dukungan Al-Khairiyah kepada NKRI dan Pemerintah Kota Cilegon.

Dalam kesempatan itu juga Al-Khairiyah sebagai pusat pendidikan Islam tertua di Kota Cilegon ingin mengingatkan khalayak ramai khususnya Pemerintah Kota Cilegon, bahwasanya Cilegon adalah Kota Santri yang selalu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai religius.

Baca Juga : Ketum PPP Akan Upayakan KH Syam’un Diangkat Jadi Pahlawan Nasional

Tercatat sekitar 650 mahasiswa, santri dan dewan pengajar dari Perguruan Islam Al-Khairiyah Citangkil tersebut turut menyemarakkan Karnaval Dirgahayu HUT RI yang ke-72 di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon dengan warna hijau yang dominan dibandingkan dengan warna lainnya.

Hal ini dikatakan Rahmat, Pengurus Cabang Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Kota Cilegon, yang merupakan salah satu Korlap dalam perhelatan tersebut.

“Peserta kontingen dari Al-Khairiyah waktu karnaval 17-an kemarin ada 650 yang terdiri dari mahasiswa dan santri, itupun banyak yang tidak ikut,” ujar Rahmat kepada Fakta Banten.

Dishub

Sementara Nawawi Sahim, Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, saat coba dikonfirmasi terkait keikutsertaan para santri Al-Khairiyah dalam karnaval peringatan HUT RI yang diselenggarakan oleh Pemkot Cilegon tersebut, mengatakan bahwa hal itu sebagai bentuk partisipasi.

“Ya sebagai bentuk partisipasi kita dalam menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 tahun ini,” ujarnya.

Saat disinggung soal dominannya warna hijau dari kontingen Al-Khairiyah dalam karnaval tersebut, tokoh yang akrab dipanggil dengan Haji Wawi ini mengatakan, sengaja untuk mengingatkan bahwa Cilegon adalah Kota Santri.

“Ya sengaja, warna Hijau kan identik dengan Santri. Jadi untuk mengingatkan khalayak umum bahwasanya Kota Cilegon ini dulunya adalah Kota Santri. Khususnya kepada Pemerintah Kota Cilegon yang semakin kesini makin kurang perhatiannya terhadap kaum santri,” tegas Haji Wawi.

Haji Wawi juga menilai bahwa Kota Cilegon saat ini makin marak kemaksiatan, sementara upaya pemerintah untuk mencegah dan mengantisipasi hal itu tidak serius.

“Semakin banyak Tempat Hiburan Malam di Cilegon tapi dibiarkan saja,” tukas Haji Wawi. (*)

KPID Banten