Wisata Anyer

Muktamar XI Al-Khairiyah, Ali Mujahidin Gaungkan Penguatan Akidah di Tengah Pesatnya Teknologi

​CILEGON – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Ali Mujahidin, menekankan pentingnya penguatan akidah, tauhid, dan pendidikan agama untuk membentengi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta pengaruh media sosial.

​Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Muktamar XI Al-Khairiyah di Aula Gedung Brigjen KH Syam’un Al-Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (16/10/2026).

​Ali Mujahidin yang akrab disapa H. Mumu menjelaskan, terdapat tiga pilar utama yang menjadi landasan Al-Khairiyah:

DTRB HUT Tangerang Kab
  • ​Meneguhkan akidah dan tauhid
  • ​Mengembangkan syariat
  • ​Menata akhlak untuk membangun peradaban

​Menurutnya, tantangan dalam menjaga akidah saat ini makin kompleks.

Jika dahulu masyarakat lebih sering berhadapan dengan persoalan takhayul, khurafat, dan bidah, kini arus konten media sosial turut menjadi ancaman nyata bagi pendirian generasi muda.

​Ia juga menyoroti pentingnya keterkaitan antara agama, pendidikan, sains, dan teknologi.

Kemajuan ilmu pengetahuan harus senantiasa diimbangi landasan akidah dan nilai spiritual agar tidak disalahgunakan.

​”Orang pintar bisa membuat senjata dan bahan kimia. Namun, jika akidah dan tauhid tidak mampu mengendalikan nilai-nilai spiritualnya, semuanya bisa digunakan untuk kejahatan dan menghancurkan umat manusia,” tegasnya.

​H. Mumu mengingatkan bahwa penguatan akidah harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, generasi muda, hingga lingkungan masyarakat.

Sistem pendidikan nasional pun idealnya tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, melainkan juga pembentukan iman, ketakwaan, dan akhlak mulia.

​Pada kesempatan tersebut, H. Mumu turut mengapresiasi kebijakan Gubernur Banten, Andra Soni, yang mewajibkan pembelajaran mengaji di tingkat SMA.

Ia berharap perhatian serupa dapat diperluas ke jenjang sekolah umum lainnya.

​Selain itu, ia mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk mempertimbangkan penambahan jam pelajaran agama melalui muatan lokal di tingkat Sekolah Dasar (SD).

​”Pendidikan agama di tempat kita hanya tiga jam untuk anak SD. Pak Wali Kota, tolong ditambah jam muatan lokalnya. Kalau bisa, anak SD mendapat 10, 15, bahkan 20 jam belajar agama,” ujar Ali.

​Acara pembukaan Muktamar XI Al-Khairiyah 2026 ini dibuka secara resmi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Cilegon Robinsar, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, serta jajaran dewan pakar dan tokoh Al-Khairiyah.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien