Wisata Anyer

Masih Ada 133 yang Dirawat di Rumah Sakit, Kemenhaj Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Jemaah Sampai Indonesia

MADINAH – Kementerian Haji memastikan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia terus dioptimalkan hingga proses pemulangan ke Tanah Air selesai.

Penguatan layanan ini dilakukan untuk menjamin keselamatan jemaah selama perjalanan dari Arab Saudi ke Indonesia.

Di Madinah, Pusat Kesehatan Haji menyiapkan pendampingan medis secara khusus untuk mengawal kondisi kesehatan jemaah selama penerbangan.

Pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan sejak keberangkatan hingga tiba di Indonesia.

Sesampainya di bandara di Tanah Air, jemaah masih akan melalui pemeriksaan lanjutan oleh dokter bandara sebelum akhirnya dipastikan dapat kembali ke daerah asal masing-masing.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Dani, menyampaikan bahwa seluruh jemaah yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi tetap berada dalam pengawasan ketat tenaga medis.

Saat ini, sebanyak 133 jemaah haji Indonesia masih dirawat intensif di berbagai rumah sakit yang berada di Jeddah, Makkah, dan Madinah.

“133 jemaah masih dirawat di rumah sakit, baik di Jeddah, Makkah, maupun Madinah. Jika kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan diizinkan keluar dari rumah sakit, akan langsung kita proses kepulangannya melalui skema tanazul,” ujar dr Dani di Madinah, Senin (22/6) sore.

dr Dani menjelaskan, hingga kini sudah 171 jemaah yang berhasil dipulangkan melalui skema tanazul.

Mekanisme ini memungkinkan jemaah yang telah dinyatakan pulih untuk digabungkan dengan kelompok terbang (kloter) yang memiliki jadwal keberangkatan lebih awal.

Jika terdapat ketersediaan kursi pesawat, jemaah yang telah memenuhi syarat medis akan segera diberangkatkan menuju bandara untuk kembali ke Indonesia.

Terkait kelayakan terbang, dr Dani menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara ketat sebelum jemaah dinyatakan dapat terbang. Tim visitasi terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik pasien.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan dokter pihak maskapai untuk memastikan apakah jemaah layak melakukan penerbangan.

“Jika sudah mendapatkan persetujuan atau di-acc, maka proses kepulangannya akan segera diproses,” tambahnya.

Ia juga menanggapi kekhawatiran keluarga jemaah di Indonesia terkait kondisi pasien yang masih dirawat. Menurutnya, pihak penyelenggara terus menjaga komunikasi dan memberikan pembaruan informasi secara berkala.

Dengan demikian, keluarga diharapkan tetap mendapatkan kepastian kondisi jemaah tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan selama proses pemulangan berlangsung.(*/Red/MCH-2026)

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien