Reses di Kota Tangerang, Nizar Ungkap Sejumlah Persoalan Warga

TANGERANG – Anggota DPRD Banten Farksi Partai Gerindra Dapil Kota Tangerang A, M. Nizar melaksankan reses masa persidangan ke-II tahun 2020-2021. Dalam reses yang digelarnya, Nizar mengakui banyak aspirasi yang disampaikan kepadanya.

Pertama kata Nizar, terkait dengan bantuan Covid-19. Menurutnya, warga mengeluh lantaran penerima bantuan tersebut masih banyak yang tidak terakomodir.

“Dari hasil reses yang saya lakukan, pertama tentu kondisi pandemi ini masyarakat mengeluhkan terkait dengan bantuan Covid. Saya pikir ini sama dengan reses yang lalu,” ujar Nizar kepada Fakta Banten saat dikonfirmasi, Jumat (5/3/2021).

Selain itu, Ketua Komisi V ini juga menyadari dampak dari pandemi begitu besar terhadap keberlangsungan hidup masyarakat. Tak heran, selain bantuan Covid-19 yang dikeluhkan, ternyata minimnya pekerjaan turut menjadi aspirasi masyarakat di Kota Tangerang.

“Masyarakat berharap bahwa Pemerintah Provinsi mampu untuk menangani dan mengatasi persoalan pekerjaan, di mana masyarakat banyak sekali sekarang yang menganggur. Sehingga lapangan kerja ini dianggap sulit untuk didapatkan,” terangnya.

Kemudian masih kata Nizar, persoalan kesehatan juga dikeluhkan masyarakat. Dirinya mengaku sulit untuk mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat terkait dengan kebutuhan fasilitas kesehatan, lantaran Provinsi Banten tak memiliki Rumah Sakit Daerah di wilayahnya.

Dishub

“Karena memang provinsi tidak memiliki Rumah Sakit di Tangerang, untuk itu saya menyampaikan bahwa komisi V akan serius mencari solusi, bagaimana mendorong pemerintah provinsi paling tidak menyiapkan atau membangun satu Rumah Sakit di Tangerang Raya. Sehingga kepentingan masyarakat soal kesehatan bisa terfasilitasi dengan baik,” jelas Nizar.

Selain itu, keluhan warga yang muncul saat reses yakni soal banjir. Banjir yang belakangan menimpa wilayah Tangerang Raya kata Nizar, kerap kali terjadi saat musim hujan datang.

“Mendorong bagaimana Pemerintah Kota Tangerang bisa merealisasikan yang namanya drainase yang lebih baik, yang lebih mengatasi persoalan-persoalan banjir,” katanya.

“Karena beberapa wilayah memang lihat di perkampungan banyak sekali drainasenya memang kurang, malah tidak berfungsi sama sekali. Sehingga ketika ada hujan yang besar, terjadi genangan air, maka banjir juga menyertai,” sambung Nizar.

Terakhir, aspirasi yang diutarakan oleh masyarakat Kota Tangerang yaitu terkait dorongan sekolah tatap muka. Memang, sekolah online sejauh ini masih menjadi solusi untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, namun banyak kalangan yang mengharapkan sekolah kembali normal.

“Banyak dorongan belajar mengajar ini bisa segera laksanakan. Tapi sudah saya sampaikan memang, kondisi hari ini belum memungkinkan. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan pemerintah terkait dengan vaksin, bisa menjawab semua persoalan yang kita hadapi hari ini,” pungkasnya.

Nizar berharap, apa yang menjadi aspirasi-aspirasi masyarakat di Kota Tangerang, terkait dengan sejumlah persoalan dapat diatasi secepatnya. (*/Faqih)

KPID Banten