Bersama TDA, Menumbuhkembangkan Wirausaha di Kota Santri

EKONOMI KOMUNITAS PANDEGLANG

PANDEGLANG – Komunitas Tangan Diatas (TDA) Pandeglang Raya, resmi diluncurkan di Aula CAS Waterpark Cikole, Pandeglang Minggu (8/4/2018).

Dalam kesempatan tersebut hadir Presiden TDA 5.0, A Baidillah Thariq Barra; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pandeglang, Andi Kusnardi; serta jajaran pengurus TDA Pandeglang Raya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perindag, Andi Kusnardi menyambut baik kegiatan yang baru diselenggarakan oleh Komunitas TDA tersebut.

“Kami dari pemerintah daerah merasa apresiasi sekali, karena memang gairah membangun Pandeglang ini harus dari anak-anak muda, dengan adanya komunitas yang cukup besar mereka bisa berkonsultasi, TDA bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, bukan menunggu lapangan kerja menunggu pabrik-pabrik besar ada di Pandeglang,” katanya, Minggu (8/4/2018).

Presiden TDA 5.0, A Baidillah Thariq Barra / Dok

Sementara itu, Presiden TDA 5.0, A Baidillah Thariq Barra juga menilai optimis, bahwa kehadiran TDA di bumi sejuta santri tersebut bisa memberikan kontribusi positif terutama dalam bidang wirausaha ini.

“TDA hadir di setiap kota dan harapan kita masyarakat mendapatkan inspirasi dulu dalam memulai usaha, dan dengan edukasi yang dilakukan TDA, mudahan-mudahan bersama TDA bisa menjadi rumah bersama untuk tumbuh,” tuturnya.

Menurutnya, TDA adalah wadah bagi para pengusaha untuk berdiskusi dan belajar bersama dalam membangun bisnis yang baik.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat bahwasanya dalam berwirausaha selain butuh proses dan perjuangan tetapi perlu ilmunya juga, spirit boleh tetapi di era sekarang yang peta marketnya sendiri cepat berubah diperlukan ilmu diperlukan cara untuk menyikapi itu semua,” jelasnya.

Kehadiran TDA Juga diharapkan menjadi motor kemajuan bagi para pelaku usaha terutama start-up yang baru memulai usaha, seperti diungkapkan Ketua TDA Pandeglang Raya, Nurul Umama.

“Kita punya KMB, Kelompok Mentoring Bisnis yang akan monitoring usaha step by step, karena yang saat ini saya lihat di Pandeglang ini minim pengusaha yang memberikan manfaat untuk sesama, tidak produktif merekrut banyak tenaga kerja,” ujarnya. (*/Yosep)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *